Cerita 34 : Tiga Pemererat Jiwa yang Senantiasa Terlupa
Dengan ucapan, kita mampu menyentuh jiwa seseorang. Meskipun ucapan tersebut terbilang singkat. Namun akan terasa penuh makna bagi siapapun yang telah kita hadiahi ucapan. Tentunya ucapan disertai dengan cara yang
baik pula.
Saat kita ingin meminta pertolongan atau sedang membutuhkan pertolongan. Saat sesuatu yang kita lakukan ada kesalahan meskipun hanya setitik. Dan kita bisa membuat orang yang kita mintai pertolongan merasa dihargai meskipun hanya dengan kata. Karena mungkin memang kita yang belum bisa membalas lebih dari apa yang telah dilakukan.
Dengan
ucapan ternyata cukup membuat seseorang yang telah membantu kita tersebut
merasa terbalas jasanya. Terlepas dia
juga mendapatkan pahala setimpal atas kebaikan
yang dia lakukan kepada kita.
1. “Tolong”
2. “Maaf”
3. “Terima
kasih”
Amat singkat. Namun sayangnya, mudah terlupakan.
Tiga ucapan sering
kita katakan pada saat kita membutuhkan bantuan, melakukan sedikit kesalahan
atau usai seseorang melakukan sesuatu untuk kita. Namun, ketiga kata
tersebut tampaknya hanya berlaku pada mereka yang kita anggap teman atau rekan kita. Dan
seringnya kita terlupa mengucapkannya saat saudara, anggota keluarga kita
melakukan hal yang sama. Padahal mereka sama-sama manusia yang jiwanya amat teramat pantas kita kasihi.
Lantas, apa yang
membuat kita membedakan perlakuan kepada mereka?
Komentar
Posting Komentar