Cerita 26 : Di Belakangmu
Jangan heran, bila di belakang kita
ada lebih dari satu bayang yang membuntuti diri kita ke manapun kita berjalan.
Jangan heran, bila ada suara-suara
berbeda yang menggema di belakang punggungmu atau di muka.
Tidak perlu heran, bila putih yang
tampak berubah kelam saat kita beranjak.
Ya, semua memang bisa berubah
sekerlip waktu. Meski sebelum selangkah-dua langkah kaki kita melaju.
Merekalah, bayang-bayang di
belakangmu, yang mengekorimu bila kamu telah berjalan jauh.
Suara-suara yang juga menggema saat
kamu terus menatap ke depan. Atau tangan-tangan yang mencoba mendorongmu menuju
curam. Atau kembali menyeretmu ke belakang.
Jangan heran, karena memang
begitulah kehidupan.
Tidak perlu hiraukan.
Dengan mereka yang lebih senang
bermain-main di belakang.
Memang begitulah kehidupan.
Itulah kenapa ridho Allah kudu
selalu kita genggam.
Dan jangan pernah lepaskan.
Teruskanlah perjalanan…
Komentar
Posting Komentar