Langsung ke konten utama

Cerita 22 : Menghentikan Angin


Cerita 22 :Menghentikan Angin
            Sahabat pasti punya impian untuk hari ini? Atau bahkan impian untuk satu-dua minggu ke depan? Atau bahkan setahun-dua tahun ke depan? Namun, ada saja rasa yang membebani. Bisa jadi itu keraguan, ketidakberanian, ketidakyakinan yang sifatnya meruntuhkan rasa percaya diri.

            Memang pengaruh luar ini terkadang seperti angin, sangat-amat sulit untuk kita terka dan kita tangkis. Dan cara terampuh yang masih sering saya pakai saat menghadapi masa sulit ini, adalah dengan segera beristighfar dan berdo’a. Sebab, siapa yang bisa memberhentikan angin kalau bukan si Empunya.

Hidup terkadang memang sangat indah, indah sekali. Selayaknya karya seni yang membutuhkan tangan-tangan ahli nan jeli dalam membentuk seonggok tanah kehidupan menjadi sebuah vas bunga yang apik, cantik, ciamik. Dibutuhkan ketelitian, ketekunan, wawasan dan kerja keras bila ingin mendapatkan hasil yang memuaskan. 
 Menghentikan angin mungkin bukan keahlian kita. Melawannya sama saja dengan meminta diterpa. Tetapi, angin tetaplah menyejukkan. Selagi masih sepoi, bersahabatlah.
Ya, begitulah hidup.




Komentar