Cerita
25 : Kembar 20
Suatu
kali, perempuan pasti akan bermetamorfosa menjadi seorang wanita. Dan seorang
wanita bakal merasakan menjadi seorang ibu. Wanita mana yang tidak ingin jadi
ibu. Karena memang sudah kodrat wanita melahirkan generasi-generasi baru dari
rahimnya.
Tidak
terkecuali untuk wanita muda seperti saya, tentu menjadi seorang ibu menjadi
suatu dambaan. Bisa bercengkerama bersama mereka. Mendidik mereka dengan ilmu
agama. Mencurahi mereka dengan rasa kasih sayang. Dan turut melimpahi mereka
dengan do'a-do'a terbaik.
Rupanya,
Allah,SWT memberikan nikmat itu kepada saya sedini mungkin. Bahkan tidak hanya
satu orang anak. Bahkan Ia menganugerahi saya lebih dari 20 anak sekaligus
dengan jenis kelamin yang berbeda-beda. Waah.... Bahagia rasanya.
Siapa
yang menyangka kalau di usia saya yang masih 21 (menuju 22) Allah mengamanahkan
anugerah itu, dengan cara mengabulkan impian saya, yakni menjadi Bu guru.
Ya,
Bu guru.
Kini,
saya adalah seorang ibu dengan jumlah yang tidak hanya bisa dihitung dengan jari. Terbayang, bukan? Seorang ibu dengan anak sejumlah lebih dari yang
dianjurkan dalam program KB (Dua anak cukup) yang bisa saya didik dalam waktu
senin s/d sabtu. Di mana saya bisa mengajak mereka bercanda. Belajar bersama.
Dan mendo'akan yang terbaik bagi mereka.
Sebagai
seorang ibu, sudah menjadi tanggungjawab saya untuk mengajarkan mereka ilmu-ilmu
yang bermanfaat bagi masa depan mereka kelak. Bukan hanya belajar untuk hari
ini, melainkan untuk "menjadi sesuatu" di hari ke depan.
Walau
bukan terlahir dari rahim saya, saya berharap, mudah-mudahan saya mampu selalu
menjadi ibu yang baik bagi anak-anak saya ini. Dan bisa turut serta memeluk
impian-impian kecil mereka, membawanya hingga mencapai puncak yang diinginkan,
melihat mereka menjadi orang-orang besar yang berhasil suatu saat nanti. Serta
menjadi anak-anak yang mumpuni secara pengetahuan, sikap dan memegang teguh
nilai-nilai kerelijiusitasannya.
I
love u full, anak-anakku.....
Komentar
Posting Komentar