Cerita 20 : Jodoh Pilihan
Yang
buru-buru nge-klik judul ini, pasti sudah tidak sabar pingin tahu kandungan
dari tulisan kali ini, ya, kah? Hehehe...
Tenang,
anda tidak salah klik, kok.
Kali
ini memang membahas soal jodoh. Iya, jodoh!
(Ciee,
yang sedang cari jodoh makin berbinar-binar, nih yey...)
Jadi,
tulisan ini merupakan cuplikan dari obrolan saya dengan satu orang yang baru
saya kenal. Baru ketemu, kenalan, dan asik-asik ngobrol.
Dan
entah kenapa tiba-tiba topik obrolan berpindah haluan pada soal jodoh. Jadi
begini bunyi cuplikan obrolan tsb.
...
Saya
: "Sudah menikah?"
Orang itu:
"Belum. Hari gini susah nyari yang sesuai."
Saya :
"Beuuh, laki-laki tinggal memilih (saja) pun... Susah?"
Orang itu
: "Walaupun lelaki, tetap saja memilih itu kudu yang sesuai, kan niatnya
sekali seumur hidup."
Saya
: "Oke, kalau boleh tahu, kriterianya seperti apa?"
Orang itu
: "Mau tau banget atau mau tau aja?" (Sambil cekikikan)
Saya
: (Pasang mata serius)
Orang itu
: "Oke, yang alim, baik, pinter ngaji, berhijab syar'i, pendidikan
tinggi."
Saya
: "Itu gampanggg! Cari saja di mesjid-mesjid, di tempat-tempat pengajian,
di tempat kuliah juga ada seperti yang disebut itu. Banyak malah."
Orang itu
: (Cekikikan)
Saya
: "Dikasih tahu jalannya malah cengengesan? Nyebelin.
Orang itu
: "Kamu tuh begitu lugu."
Saya
: "Lugu? Awak kasih tahu yang sebenarnya, kalau mau nyari mutiara ya, di
laut. Kalau mau nyari emas ya, di tambang emas. Kalau mau nyari sampah ya, di
tong sampah. Betul kan?"
Orang itu:
(Diam sebentar)
Saya
: "Itulah enaknya jadi lelaki, tinggal pilih. Tinggal tuju tempatnya. Gak
kayak kami, yang berusaha jadi mutiara dan dipilih."
"Eit's,
tapi jangan bangga dulu! Mutiara satu ini gak sembarangan mutiara. Mutiara satu
ini berusaha tetap bernilai meskipun berada di dasar laut atau saat ditangguk
ke daratan. ;)"
Yaa,
berikut kiat yang bisa saya berikan. Saya kira mencari jodoh bagi lelaki
sesimpel itu.
Tinggal
kepada tekad dan keberanian.
Sekian.
Komentar
Posting Komentar