Cerita 7 : Yang Perlu Disadarkan
Namanya
orang hidup, apa ada yang mulus-mulus saja? Pasti ada yang namanya
curam-curamnya sekalipun telah kita rancang sedemikian rupa dan telah
diprediksikan tidak ada satu biji batu pun yang bakal merintangi jalan
yang bakal dilewati.
Sama halnya, saat kita berharap sekeliling kita baik-baik saja, tidak ada yang melenceng, dan pokoknya perfectlah,
sesuai sekali dengan apa yang tergambar di benak juga hati kita. Tetapi
justru, Allah ta'ala menakdirkan kenyataan yang berlainan dengan apa
yang semula sudah terharapkan.
Kalem
ajaaa.... Itu biasa! Jangan buru-buru frustasi dulu, ambil jalan
terbaik dan teruslah berjalan. Biar dikata halangan sesukat gunung pun,
kalau semula pikiran kita positif, tidak su'udzon, insya Allah, jalannya
pun baik.
Pun
saat kita berharap punya teman terbaik, sahabat paling setia, tetapi
yang kita dapat justru teman dan sahabat yang standar-standar saja. Yang
ada di saat kita senang, menghilang di saat kita susah. Tetap kalem!
Bukan berarti teman kita itu tidak baik. Hanya saja butuh sedikit untuk
disadarkan.
Terkadang,
pola pikir kita cenderung lazim, melihat yang buruk sedikit, langsung
mengecap buruk sepenuhnya. Padahal tidak selalunya yang terlihat itu
seperti yang terlihat. Kadang kita cuma dibutakan dengan kegelapan yang
sekejap. Tanpa mau mensyukuri terang yang mengguyur setelah gelap.
Maka,
bukalah sedikit mata hati kita bagi menerawangi sesuatu yang kita
anggap kurang baik bagi melihat kesempatan untuk kita perbaiki. Memang,
upaya yang tidak mudah. Tapi mencoba hal baik, tidak ada salahnya, kan?
Komentar
Posting Komentar