Langsung ke konten utama

Cerita 43 : Duhai, Calon Imamku…


Cerita 43 : Duhai, Calon Imamku…

Assalaamu’alaikum, wr. wb
Apa kabar? Kuharap keadaanmu senantiasa baik-baik saja serta masih dalam naungan cahaya rahmat-Nya. Mudah-mudahan imanmu juga masih selalu kamu pelihara. Dan pandangan sampai ragamu yang masih selalu terjaga dari apa-apa yang tiada pantas kamu pandang ataupun kamu sentuh. Juga lisanmu yang masih setia kamu basahi dengan zikrullah dan tilawah kitab-Nya.
Oya, bagaimana dengan hati? Iya, bagaimana dengan hatimu? Masihkah ia tersimpan dengan rapi? Masihkah kau membingkisnya dan menyerahkan Pada Sang Maha Pemilik Cinta di bumi? Belum sempatkah kamu tawar-tawarkan hati itu kepada hati-hati yang lain?
Hmm, akupun juga demikian.
Hanya Allah-lah yang tahu seberapa besar upayaku menjaga hati ini untukmu, agar tiada disentuhi perasaan-perasaan yang kelak bakal membuatmu cemburu. Hanya saja, di sini ingin kusampaikan padamu, bahwa aku telah dan selalu berupaya untuk menjaga segala anugerah ini sampai kelak waktunya. 
Calon Imamku...
Walau diri ini belum tahu di mana engkau berada rupanya, namun sungguh cinta yang dihadiahkan Allah ke hatiku ini hanyalah milik Allah. Sudah menjadi keputusanku sejak dulu, bahwa aku hanya ingin jatuh cinta sekali dan tidak ingin berganti sampai dengan selamanya, lillahi ta'ala. Oleh sebab itulah, sampai kini pun diri ini sekuat hati meminta Allah untuk memeliharanya agar tiada yang bisa menyentuhnya.
Duhai, Calon Imamku...
Terkadang akal ini tergerak untuk memikirkanmu, seperti halnya saat kutuliskan tulisan ini untukmu. Selalu dan selalu aku berpikir, adakah demikian jugakah dirimu?
Andaikan saja engkau tahu, andai saja kamu di sini dan turut menyaksikannya. Mungkin kamu takkan tega melihat diri yang berjuang sendiri melawan perasaan sedih. Mungkin kamu ingin segera membawaku ke sisi. Tetapi sekali lagi, inilah ujian yang harus dilewati. Ujian agar diri ini suatu saat pantas engkau menyebutnya sebagai sebaik-baiknya perhiasan dunia, yakni sebagai istri yang sholihah.
Dan terkadang, ada rasa cemburu saat melihat beberapa dari kaummu yang "mempermainkan" hati kaum kami di sini. Cemburu, kalau-kalau di antara para lelaki itu ada dirimu. Dan tak jarang pula, ada rasa kesal saat melihat beberapa dari mereka yang dengan ringannya memuji-memuja kejelitaan yang bukan kepunyaannya. Padahal, tahukah? Ada sebagian hati wanita yang tahan pujian, namun ada pula yang rentan. Sekali kaummu menaruh perhatian dan pujian pada kaum kami yang "rentan" ini, kamu akan sulit lepas darinya dan dia juga sulit lepas darimu. Sementara, kamu belum tahu adakah dia jodohmu atau bukan dan adakah benar-benar kamu jodohnya yang dititipkan Tuhan. Dan kuharap kamu tidak begitu, ya.
Karena sebagaimana yang kutahu, itu cuma cara kaummu untuk membuat kaum kami senang, bukan? Agar kaummu (laki-laki) merasa berhasil menjadi laki-laki karena telah berani menaklukkan kami hanya dengan kata-kata atau puisi. Menurutku, cara itu bukanlah cara seorang pemberani. Yang dikatakan seorang pemberani itu, yang tidak banyak ba-bi-bu tapi to the point pada yang dituju, yakni ortu si wanita tersebut.
Bila ada yang kamu rasa pas di hatimu, seseorang yang nyaman, menyenangkan serta menenangkan bila kamu pandang (meski hanya sekilas) janganlah kamu puji dia berlebihan. Cukup kamu tanyakan, "Sudah ada yang mengkhitbah belum?" dari beberapa sahabatnya ataupun mahromnya. Bila memang jawabannya adalah "belum" berarti ada kesempatan untukmu mengkhitbahnya, tentunya setelah kamu komunikasikan hal ini pada-Nya dalam sujud istikhorohmu. Dengan begitu, hati si perempuan yang kau taksiri pun utuh terjaga, tanpa ada cebis-cebis yang mengotorinya walau hanya setitik dari manis kata.
Dan katakan pada mereka, bahwa engkau sanggup menjadi imam yang membimbingnya menjadi muslimah seutuhnya.
Duhai, Calon Imamku...
Adakah engkau mampu berbuat seperti itu?
Sebab yang kumau, yang kuinginkan, bukanlah semata kemewahan harta, tahta, kehormatan duniawi.
Justru yang kutunggu-tunggu ialah kesanggupanmu menjadi pembimbing sejati.
Begitulah kiranya yang kuharapkan darimu bila suatu saat kamu menemuiku.
Kumohon jagalah hati ini baik-baik sebelum ataupun sesudah kau curahi kata-kata cinta untuk pertama kalinya dan selamanya.
Kumohon simpanlah rayu-rayuanmu itu sampai datang waktunya.
Dan begitu jugalah upayaku menjaga hati agar tak terlena disentuhi suatu barangpun rayu-rayuan.
Karena cintaku hanya bisa tumbuh oleh dan pada satu rayu, yaitu pada satu rayu lelaki yang berani menghadapkan diri datang ke wali dan mengikatku dalam rangkaian kalimah ijab-qabul.
Hanya di sanalah cintaku  bisa tumbuh.
Kuharap kamu juga begitu.
Duhai, Calon Imamku... 
Tetap istiqomah dalam ibadah, ya, teruslah pupuk rasa takutmu pada dosa-dosa, kuharap takdir Allah tak lagi menjauhkan jarak antara kita berdua, dan agar kita bisa segera mempertemukan satu sama lain. Aamiin...
Wassalam.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENAKLUK BONO

CCERPEN PENAKLUK BONO  Karya Astuti Ari Palupi  2013             CERPEN BERIKUT PERNAH DIIKUTKAN DALAM LOMBA MENULIS TULIS NUSANTARA YANG DIADAKAN KEMENKRAF TAHUN 2013 DAN TERMASUK KE DALAM 10 NOMINASI KARYA TERBAIK DAN MEWAKILI DAERAH RIAU.       E-mail     : Palupize@gmail.com no. Hp     : 0823-9198-7076

Langkah Awal Trading Forex

Langkah Awal Trading Forex Selamat kepada Anda para calon Trader sukses! Untuk Anda yang sudah sangat tertarik dengan Trading mari kita mulai sekarang juga tanpa menunggu lama-lama. Bagaimana memulai Trading? Bagaimana agar sukses dalam Trading? Bagaimana agar bisa menghasilkan uang melalui Trading? Dan banyak lagi pertanyaan lainnya yang mengundang antusias para Trader baru untuk segera ikut bergabung dalam dunia Trading. Ya, siapa yang tidak tertarik dengan cara kerja Trading yang super mudah ini. Yang bisa Anda lakukan di rumah atau di mana saja bahkan bisa Anda lakukan dengan benda yang sehari-hari Anda pegang, Handphone. Baiklah, ayo kita mulai. Langkah awal tentunya hadirkan dalam diri Anda niat serta keinginan yang kuat untuk belajar. Apa saja yang perlu dipelajari dalam Trading Forex? 1. Memahami Forex Trading Langkah awal yang perlu anda ketahui adalah memahami " Apa itu Trading Forex? " Karena kebanyakan para Tader Enggan untuk Menjawab sec...

FBS Demo Account - How to Register a FBS Demo Account

FBS Demo Account - How to Register a FBS Demo Account To start a Forex Demo Account you can directly register here After you fill in the form provided, you will get a pin code, account number, trading password and trading server. Then you can start Login then the Demo tab in the upper left corner of the page. Continue You select the plus (+) sign on the trade to try to demo trading fbs with the MetaTrader4 (MT4) platform or the plus (+) sign on MT5 trading to do a demo with the MetaTrader5 trading platform (MT5). Answer the demo account registration form fbs with details of the account type, currency, leverage, the amount of balance you want. Then click Open Trading Account. Then start the MetaTrader FBS program, click the file, then log in with the account number, password and server. If you still have trouble with a FBS Demo Account, you can contact me via contact below ⬇️ FREE Online Trading Guidance / Guidance Free Online Trading Mujib E-mail : nurulmujib82@gmail.com Fac...