Cerita 76 : Kriteria yang Tak
Boleh Ditinggalkan dalam Memilih Pasangan Hidup
Masing-masing dari kita tentu
memiliki kriteria tersendiri dalam memilih pasangan hidup. Ada yang melihat
dari segi rupanya, ada pula yang melihat dari segi riwayat pendidikannya, ada
juga yang melihat dari segi harta atau juga pekerjaan, ...
Mungkin ada dari kita yang
memilih pasangan hidup (sebagai suami/istri) yang memiliki pekerjaan tertentu
agar kita pun bisa dengan mudah klop dengan kehidupannya. Secara, kita tahu apa
yang dia kerjakan, kita tahu di mana "dunia" tempat ia merasa nyaman
dalam kehidupannya, sehingga kita mampu memahami bila ditakdirkan hidup berdua
nantinya.
Atau mungkin ada pula yang
memilih pasangan yang beriwayat pendidikan tertentu, dengan berbagai macam
alasan.
Artinya, masing-masing boleh-boleh
saja punya kriteria sendiri yang harus terpenuhi bila ingin memilih pasangan
hidup selagi masih dalam batasan yang wajar sesuai dengan syari'at.
Kita yang menjalani, maka
kitalah yang biasanya tahu apa yang paling kita butuhkan.
Namun, perlu kita ketahui, ada
satu kriteria yang tak boleh kita tinggalkan dalam menentukan pasangan hidup.
Apa itu?
Sebelumnya, coba simak baik-baik
hadist-hadist berikut:
“Dari
Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda: Sesungguhnya perempuan itu dinikahi
orang
karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya; maka pilihlah
yang beragama”
(HR. Muslim dan Tirmidzi).
“Wanita
itu dinikahi karena empat sebab; karena hartanya, karena keturunannya, karena
kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu karena dasar agamanya
niscaya usahamu akan beruntung!” (HR. Bukhary, Muslim dan Abu Daud).
Dalam hadist lain dikatakan
pula,
“Barangsiapa
yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk
agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya,
Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan
kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan
memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah
akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena
ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang,
Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya” (HR. Thabrani).
Ada yang lebih penting kita
pertimbangkan selain apa pekerjaannya, atau riwayat/tingkat pendidikannya, dll.
Ya, carilah oleh kita
pria/wanita yang sholeh/sholehah untuk pasangan hidup kita kelak. Mengapa? "Karena
dasar agamanya niscaya usahamu akan beruntung!"
Rasulullah Sallahu 'alaihi
wassalam sendiri menganjurkan pada kita untuk mempertimbangkan agama pasangan
ketimbang yang lainnya. Dalam arti kata lain, beliau menganjurkan pada kita
untuk mencari pasangan hidup atas dasar ianya yang bertakwa pada Allah.
Apa bukti kalau ia bertaqwa?
Bila ia perempuan,
Mungkin bisa terlihat dari
caranya menjaga diri,
Enggan bermain-main dengan
maksiat,
Selalu istiqomah di
jalan-Nya,
Enggan tergoda dengan
rayu-rayuan,
Karena ia sadar bahwa itu
belumlah halal baginya,
Ia sangat takut akan murka
Allah
Bila ia lelaki,
Mungkin bisa terlihat dari ia
yang memberanikan untuk berta'aruf, atas dasar takut untuk bermaksiat kepada
Allah.
Bukan yang berani mengajak
menyalahi aturan/ syari'at Allah.
Yang mantap memilih lewat
istikhoroh.
memilih kita karena Allah.
Yang tidak berani menyentuh
sebelum halal untuknya.
Yang tidak berani mengumbar
kata-kata mesra sebelum perempuan tersebut benar-benar menjadi istrinya.
Serta sangat menjaga
pandangannya dari sesuatu yang tidak layak untuknya.
Memiliki khauf/rasa takut yang
tinggi terhadap Rabb-nya.
Karena sungguh, membina
sebuah rumah tangga tidak cukup dengan harta saja. Tetapi kita butuh taqwa
sebagai pondasi dan tonggak penguatnya.
Agar tercapai sebuah tujuan
sebuah pernikahan yang sering tersebut-sebut, yakni menjadi keluarga yang
sakinah, mawadah, warohmah (Tenang, penuh cinta dan kasih-sayang)
Semua dari kita tentu
berharap membangun rumah tangga yang dilimpahi keberkahan dan kebaikan. Dan di
antara kiatnya adalah menentukan kriteria yang baik secara agama serta menempuh
segala tata cara dengan yang disyari'atkan.
Sesuatu yang baik, insya
Allah akan berbuah kebaikan pula.
Untuk itu, sebelum menentukan
apa-apa yang mesti ada dalam kriteria pasangan hidup yang kita cari, ada
baiknya kita harus tahu dan sadar dasar tujuan pernikahan untuk apa sebenarnya, untuk
apa, sih kita menikah?
Yakni untuk menggapai
ridho-Nya, menyalurkan rasa cinta ke jalan yang benar, jalan yang
disyari'atkan, memelihara diri dari segala keburukan, serta melahirkan
zuriat-zuriat yang juga sholeh/sholehah dan bertaqwa.
Tetapkan pendirian, insya
Allah, Allah melihat, Allah mendengar, Allah memudahkan.
Aamiin.
Komentar
Posting Komentar