Cerita 72 : Karena Kelak Akan Menjadi Sejarah yang Akan Kita Ceritakan Saat Kita Tua Nanti
Hampir setiap insan yang
hidup di bumi mengharapkan setiap hari adalah hari-hari bahagia. Tidak ada
kesedihan. Tidak ada gundah. Tidak ada kesusahan. Pokoknya, bahagia... Saja,
jangan berganti-ganti.
Dan sebagian ada yang mampu
menggapainya. Namun, ada pula yang tidak. Ya, karena wajar saja, namanya
kehidupan itu ibarat pelangi yang penuh dengan warna-warni. Hari ini bahagia,
esok sedih, lusa bisa jadi gembira...
Dan bukan seorang-dua orang
yang merasakan hal demikian. Hampir setiap manusia yang hidup di bumi Allah
mengalami seperti yang disebutkan. Benar, kan?
Mungkin kita pernah punya
masa lalu yang amat getir, semisal, saat dulu, saat kita ingin membeli sebuah
buku yang menjadi idaman kita, namun oleh karena waktu itu masih berstatus
sebagai pelajar, jadi meskipun buku itu terbilang murah, kita harus
bersusah-payah dulu untuk menabung demi bisa membeli dan membaca buku tersebut.
Mungkin saat itu ada rasa
kesal di hati kita. Mau beli satu buah buku saja harus bersusah payah. Akan
tetapi, coba sekarang kita ingat-ingat lagi. Mungkin justru kita akan tersenyum
mengingatnya, apalagi bila melihat buku tersebut sudah ada di genggaman. Waw...
Sejuta rasanya.
Atau tentang kisah masa lalu
kita yang begitu pahit.
Atau tentang kehidupan kita
yang dulunya teramat sulit. Namun, berkat Allah, dan upaya kita untuk lebih
baik. Kita pun bisa hidup sedikit membaik sekarang bila dibandingkan dengan
kehidupan yang dulu.
Ya, begitulah hidup. Setiap
hari akan menjadi pembaharuan sejarah bagi kita. Sejarah yang sewaktu-waktu
bisa kita kenang dan bisa kita ceritakan pada anak-cucu kita kelak.
Bersusah-susah saat ini,
bukan untuk kita keluhkan.
Karena kemudahan insya Allah
akan ada seiring dengan berlalunya kesusahan.
Selalu optimis akan jalan
takdir kehidupan. Sesulit apapun, yakinkan diri, insya Allah pasti ada jalan, insya
Allah pasti akan bisa kita taklukkan.
Bersama Allah kita bisa.
Allahu Akbar.
Komentar
Posting Komentar