Cerita 67 : Dear My Future Imam
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh....
Jodohku,
Apa kabar? Masihkah imanmu tetap engkau jaga di sana?
Masihkah lisanmu setia pada ayat-ayat-Nya?
Mudah-mudahan saja, ya,
Aku di sini selalu mendo'akanmu agar Allah senantiasa menjagamu dalam iman dan Islam.
Bukankah seorang calon pemimpin yang baik harus bisa menjaga dirinya sebaik-baiknya (sholeh) karena kelak engkau pasti akan menjadi penjaga sekaligus pemimpin buat keluarga yang engkau bina.
Meski kutahu, itu sangat berat untukmu
Tetapi, tetap tegar, ya
Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berjuang.
Dan bukankah menjaga diri dari keburukan juga termasuk orang-orang yang berjuang?
Ya, Jodohku
Aku memang selalu mengenangmu.
Mengenang dalam do'a.
Menunggu seorang pemimpin soleh.
Disamping aku yang insya Allah terus memperbaiki diri menjadi muslimah yang solehah, agar kelak pantas berdiri di sampingmu.
Namun, suatu saat aku tetaplah membutuhkan bimbinganmu untuk membantuku meniti jalan menuju solehah. Sebab engkau seorang pemimpin.
Syukur Alhamdulillah, Allah selalu memudahkan jalan. Berkat do'a semuanya. Mungkin juga berkat do'amu yang menginginkan wanita yang berbakti, istri yang solehah dan ibu yang baik untuk anak-anak kelak, bila kita diberikan amanah.
Meski kuakui, aku belumlah layak untuk digelari sebagai wanita solehah.
Namun aku hanya ingin tetap berupaya.
Bukan gelar yang kuinginkan, Melainkan surga-Nya.
Jodohku,
Meski menjaga hati itu teramat sulit.
Namun SULIT bukan berarti TIDAK BISA.
Diri ini pun selalu berupaya untuk menjaga seutuhnya. Sampai tiba waktunya.
Karena aku tahu, kelak engkau pasti akan cemburu bila ada lelaki lain yang pernah menempati tempat paling dasar dalam diri manusia ini.
Seperti juga aku yang pasti akan cemburu bila ada perempuan yang menempati ruang itu dalam dirimu.
Sekuat hati, aku akan menjaganya.
Sebab kelak engkau adalah anugerah terindah yang Allah berikan,
Engkaulah yang pantas menempati ruang yang Allah sediakan di sana.
Ya, Engkau yang dengan tegas mengikrarkan kalimah suci di depan waliku nanti.
Dengan otomatis, Allah akan menempatkanmu sebagai pemilik cinta yang pertama dan terakhir dan untuk selama-lamanya. Aamiin.
Karena keindahan itu sesungguhnya ada waktunya.
Bagi para hati yang dengan sabar dan setia menunggu.
Allah yang tahu akan semua itu.
Allah yang paling tahu siapa imam terbaik untuk diriku.
Dan hanya Allah yang tahu berapa besar rinduku untukmu.
Satu do'aku, mudah-mudahan Allah memberkahimu selalu, di manapun kamu berada.
Aamiin.
Cukup sekian dulu,
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh...
_________________________________________________________
Aku tak menunggu seorang suami yang tampan wajahnya. Atau yang tegap badannya.
Aku juga tak menunggu seorang suami yang kaya harta. Atau yang punya rumah mewah dan mobil yang banyak.
Aku hanya menunggu seorang lelaki yang siap menjadi imam.
Ya, hanya mencari seorang imam.
Yang dapat membimbingku dalam urusan dunia dan akhirat.
Yang dapat menuntunku ke arah yang benar.
Yang bisa mengingatkanku ketika aku lalai dalam melaksanakan dan menjalankan perintah-Nya.
Yang bisa menyadarkanku ketika aku berbuat salah.
Yang bisa meluruskan akalku dengan penuh kelembutan.
Yang bisa menegurku ketika aku alpa pada tanggung jawab dan kewajibanku sebagai seorang istri yang wajib taat pada suami dan Rabb-nya.
Yang bisa memaafkanku dengan ikhlas atas segala khilaf dan salah.
Agar kelak keluarga yang kubina bersamanya menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah, aamiin.
Itu saja.
Aku juga tak menunggu seorang suami yang kaya harta. Atau yang punya rumah mewah dan mobil yang banyak.
Aku hanya menunggu seorang lelaki yang siap menjadi imam.
Ya, hanya mencari seorang imam.
Yang dapat membimbingku dalam urusan dunia dan akhirat.
Yang dapat menuntunku ke arah yang benar.
Yang bisa mengingatkanku ketika aku lalai dalam melaksanakan dan menjalankan perintah-Nya.
Yang bisa menyadarkanku ketika aku berbuat salah.
Yang bisa meluruskan akalku dengan penuh kelembutan.
Yang bisa menegurku ketika aku alpa pada tanggung jawab dan kewajibanku sebagai seorang istri yang wajib taat pada suami dan Rabb-nya.
Yang bisa memaafkanku dengan ikhlas atas segala khilaf dan salah.
Agar kelak keluarga yang kubina bersamanya menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah, aamiin.
Itu saja.
Komentar
Posting Komentar