Cerita 75 : Pernikahan itu
Awal, Bukan Akhir
Mungkin sebagian dari kita
akan berpikir, kalau pernikahan adalah akhir. Bisa berupa akhir pencarian teman
hidup senasib-seperjuangan atau akhir dari masa lajang menuju masa berumah
tangga, sehingga kita pantas untuk bahagia, sebab apa yang dicari-cari selama
ini, sudah ditemukan. Mutiara yang terpendam di dasar laut, kini telah
menampakkan wujud.
Tidak salah memang bila ada
yang beranggapan seperti itu. Karena memang pernikahan adalah akhir. Akhir dari
perjuangan menjaga diri dari godaan nafsu syahwat yang seringnya menggoda para
kaum yang masih sendiri (single).
Namun saya teringat pada sebuah
nasihat dari sahabat saya (Kak Hani), beliau pernah menyatakan begini, "Pernikahan
itu Awal, Bukan Akhir."
Saya sempat tertegun membaca
kalimat beliau, bahwa pernikahan bukanlah sebuah akhir, namun awal dari sebuah
kehidupan baru.
Ya, kehidupan baru. Dari
semulanya masih seorang diri, menjadi berdua. Dari yang sebelumnya belum
bergelar suami/istri, jadi menyandang gelar tersebut.
Namanya juga sebuah kehidupan,
tidak akan pernah ada habisnya sebelum nyawa benar-benar terpisah dari badan.
Ada berbagai macam yang kita rasakan dalam kehidupan. Bahagia, sedih, senang,
suka, duka, dll.
Tak terkecuali ujian.
Ujian akan senantiasa kita
rasakan selama kita masih bernapas.
Sedangkan sebelum menikah
saja ada banyak ujian yang kita alami. Begitu juga saat sudah menikah, akan ada
banyak sekali ujian yang bakal dirasakan sesudah dan selama menikah.
Dan bagi saya pribadi, salah
satu ujian yang akan dirasakan selama menikah nanti, adalah saat kita diuji "sesetia"
apa cinta saya kepada Yang Maha Mencintai, ya, apakah saya masih bisa setia beribadah kepada Allah setelah saya menikah nanti?
Ya, itulah salah satu
tantangan ke depan, bila Allah mengizinkan untuk merengkuh amanah menjalankan sunnah rasul yang satu itu.
Apakah kita akan semakin semangat dalam meraih ridho-Nya atau malah sebaliknya?
Sebuah pertanyaan besar yang masih membutuhkan bukti, bisakah kita semakin baik setelah kita menikah?
Apakah kita akan semakin semangat dalam meraih ridho-Nya atau malah sebaliknya?
Sebuah pertanyaan besar yang masih membutuhkan bukti, bisakah kita semakin baik setelah kita menikah?
Well, karena mungkin pernikahan adalah sebuah akhir, akhir dari pencarian belahan
jiwa yang akan menemani kita menciptakan kebaikan baik di dunia maupun akhirat.Mudah-mudahan tak membuat kita lupa pada tugas sejati kita sebagai hamba, yakni mengabdi kepada Allah 'Azza Wajalla.
Pernikahan juga merupakan sebuah awal dari kebaikan.
Awal bagi kehidupan baru, harapan baru untuk menjadi
pribadi yang semakin baik dari segi ibadah juga segala macam hal positif dari hari ke hari.
Maka, Allah, hamba niatkan pernikahan hamba nanti sebagai penerus kebaikan-Mu, perkenankanlah. Aamiin.
Komentar
Posting Komentar