Langsung ke konten utama

Cerita 68 : Mengapa Kita Lari Daripadanya? (Muhasabah Diri)



Cerita 68 : Mengapa Kita Lari daripadanya?
(Muhasabah Diri)



Islam itu indah. Begitu indah. Tanpa Islam, mungkin hidup kita tidak akan bisa seteratur sekarang.
Namun, mengapa masih banyak dari kita yang ingin berlari daripadanya?
Meski mungkin bukan berlari yang sesungguhnya yang saya maksud. Tetapi berlari dari aturan yang telah "tersusun" sedemikian indahnya.

Masih banyak dari kita yang masih selera bermaksiat, meski tahu apa balasan bagi orang-orang bermaksiat di dunia dan di akhirat kelak.

Masih banyak dari kita yang enggan menjalankan syari'at, meski tahu itu telah tertulis dan diperintahkan baik dalam al-Qur'an maupun As-Sunnah.

Ada apa dengan kita sebenarnya?

Contoh kecil,
Kita lebih senang mempertontonkan aurat, ketimbang menjaganya.
Takut dikatakan fanatik.
Demi dikatakan, cantik, keren.
Tetapi, apalah arti cantik/ keren bila kelak akan dicampakkan ke neraka Allah?

Kita malu membaca al-Qur'an, dengan dalih tidak ada waktu, atau tidak ada gunanya, sedangkan kita tahu, bahwa al-Qur'an adalah sumber petunjuk. Apa jadinya hidup kita bila tanpa petunjuk?

Kita keberatan mengamalkan sunnah, sementara waktu luang yang kita miliki amat banyak.

Kita malu kalau tidak pacaran.
Takut dicap tidak cantik/tampan, kuper, atau tidak laku.
Sementara kita tahu, mendekati zina itu dilarang.

Takut bergabung dalam majlis taklim.

Takut...

Padahal, bila kita mau sedikit saja berpikir, sesungguhnya, kita lebih layak takut pada Allah, ketimbang takut pada beberapa hal yang tersebutkan di atas.

Sampai akhirnya kita rasakan hidup kita terasa gersang. Gersang dari tuntunan kasih sayang Arrahman- Arrahim, karena kita yang lebih senang mendulang kasih sayang dengan cara terlarang (haram).

Padahal kita tahu, kasih sayang Allah itu tak terhingga, kenapa harus kita ragukan? Apakah itu berarti kita meragukan kasih sayang Allah? Naudzubillah...

Karena kita yang lebih peduli dengan apa kata manusia (yang belum tentu bertaqwanya pada Allah) ketimbang firman Allah sendiri, yang jelas-jelas menyejukkan di setiap huruf-hurufnya yang terangkai, menciptakan makna, menyuci sukma.

Karena kita yang lebih senang menuruti nafsu daripada semangat beribadah kepada Allah. Karena tanpa kita sadari, jebakan syaitan itu penuh kesenangan-kesenangan di awal, namun membuat derita di akhir. Sementara jalan Allah, meski terkadang terasa berat di awal, namun selalunya menenangkan sepanjang hayat hingga ke akhir.

Karena kita yang lebih senang dikuasai oleh pikiran buruk kita. Dibandingkan dengan berpikiran maju ke depan. Karena sesungguhnya jalan kehidupan masih amat panjang.

Pilihan baik sudah jelas tertera di depan mata kita, namun mengapa kita masih saja memilih sesuatu yang buruk?

Mudah-mudahan Allah senantiasa membuka mata hati kita, agar mudah membedakan mana yang haq dan mana yang batil.

Agar mata hati kita tidak dikaburkan oleh dunia semata.
Karena justru, di akhirat justru kehidupan yang sesungguhnya akan dimulai.

Dan...
Sekali lagi, apakah kita masih meragukan Maha Kuasanya Allah?
Jika tidak, maka kita tahu jalan mana yang harusnya kita tempuh.

Mohon ditetapkan iman dan islam di dada. Agar terasa ringan dalam menempuh jalan menuju ridho-Nya.

Aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENAKLUK BONO

CCERPEN PENAKLUK BONO  Karya Astuti Ari Palupi  2013             CERPEN BERIKUT PERNAH DIIKUTKAN DALAM LOMBA MENULIS TULIS NUSANTARA YANG DIADAKAN KEMENKRAF TAHUN 2013 DAN TERMASUK KE DALAM 10 NOMINASI KARYA TERBAIK DAN MEWAKILI DAERAH RIAU.       E-mail     : Palupize@gmail.com no. Hp     : 0823-9198-7076

Langkah Awal Trading Forex

Langkah Awal Trading Forex Selamat kepada Anda para calon Trader sukses! Untuk Anda yang sudah sangat tertarik dengan Trading mari kita mulai sekarang juga tanpa menunggu lama-lama. Bagaimana memulai Trading? Bagaimana agar sukses dalam Trading? Bagaimana agar bisa menghasilkan uang melalui Trading? Dan banyak lagi pertanyaan lainnya yang mengundang antusias para Trader baru untuk segera ikut bergabung dalam dunia Trading. Ya, siapa yang tidak tertarik dengan cara kerja Trading yang super mudah ini. Yang bisa Anda lakukan di rumah atau di mana saja bahkan bisa Anda lakukan dengan benda yang sehari-hari Anda pegang, Handphone. Baiklah, ayo kita mulai. Langkah awal tentunya hadirkan dalam diri Anda niat serta keinginan yang kuat untuk belajar. Apa saja yang perlu dipelajari dalam Trading Forex? 1. Memahami Forex Trading Langkah awal yang perlu anda ketahui adalah memahami " Apa itu Trading Forex? " Karena kebanyakan para Tader Enggan untuk Menjawab sec...

Cerita 100 : Kilas Forex

SEKILAS TENTANG FOREX Forex  alias FX alias foreign exchange , dalam Bahasa Indonesia disebut dengan valuta asing atau mata uang asing. Sedangkan Trading Forex  adalah sebuah kegiatan jual beli mata uang negara satu dengan negara yang lain, ringkasnya perdagangan valas. Jika dianalogikan, Trading Forex ini memang hampir mirip dengan money changer ataupun saham. Seperti kegiatan perdagangan pada umumnya, keuntungan dalam ber-trading Forex didapat dari selisih harga beli dan harga jual. Contoh kasusnya seperti ini: Beberapa bulan yang lalu Sule membeli US Dolar sebanyak $100 dengan kurs pembelian atau konversi rupiahnya senilai Rp. 9.000. Dan pada minggu ini, ternyata nilai tukar Rupiah melemah terhadap Dolar AS sehingga kursnya menjadi Rp. 10.000 per satu Dolar AS. Jadi, jika Sule menjual Dolarnya pada minggu ini, dia akan memperoleh keuntungan senilai (10.000 - 9.000) x $100 = Rp. 100.000. Mirip sekali dengan money changer , ya? Iya. Tetapi tetap ada bedanya ...