Cerita 71 : Jilbab Lebar
Bukan Cuma Untuk Akhwat
"Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin. Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Ah-Zab59)
Saya sendiri mulai mengenakan
jilbab lebar bukan karena saya seorang akhwat pengajian. Melainkan karena saya
ingin mengenakannya, mengenakan hijab yang syar'i.
Meski memang awalnya terasa
berat sekali. Tetapi tekad yang lebih kuat mengalahkan segalanya.
Saya berhenti memikirkan
"apa kata orang" apabila penampilan saya berubah dari jilbab ala
kadar ke jilbab yang sesungguhnya.
Berhenti memikirkan harga/
mahalnya harga jilbab lebar ketimbang jilbab tipis, yang bisa dengan mudah
didapat dg harga Rp. 15.000- Rp. 20.000
Berhenti memikirkan betapa
ribetnya mengenakan yang lebar ketimbang yang singkat.
Karena saya menginginkan
hidup saya yang lebih baik dari hari ke hari. Tidak stagnan.
Meski memang benar, sebagian
ketakutan saya itu benar-benar terjadi. Tidak sedikit yang bertanya tentang
perubahan yang saya pilih. Namun, masih bersyukur karena tidak ada yang sampai
bersu'udzon.
Terus... Mengenai budget saya
yang tipis, sehingga belum bisa mengoleksi jilbab-jilbab versi lebar, saya
tanggulangi dengan melapisi atau men-double-kan jilbab-jilbab tipis yang ada
hingga tampak tebal, lebar dan tidak nerawang.
Dengan berbekal bismillah...
Saya menyatakan diri untuk
berubah, dan saya harap bisa istiqomah.
Jadi, stop berpikir kalau hijab lebar cuma untuk akhwat pengajian saja.
Berhijab itu wajib. Bukan hanya untuk akhwat. Tetapi seluruh muslimah yang memeluk Islam dan ingin selalu merasa dekat dengan Allah.
Kalau masih terasa berat di
awal, itu wajar, karena bagian dari proses. Tetapi kalau niat awalnya karena
Allah. Insya Allah, akan terasa ringan dan akan terbiasa.
Namun, bukan berarti setelah
berhijab tidak ada ujian selanjutnya, ujian terus datang silih berganti selama
kita masih bernapas.
Dan hijab adalah salah satu
bentuk ketaatan yang harusnya kita jalani demi mencari ketenangan, menjaga kita
di mana saja dan insya Allah mempermudah kita untuk meraih ridho Allah.
So, let's catch it!
Tetapi ingat.... Setelah
berhijab syar'i jangan lupa untuk terus menjaga hati, menjaga pergaulan,
perkataan, menjaga ibadah, tidak lelah untuk terus belajar menuntut ilmu agama,
dan berbagai kegiatan bermanfaat lain dan syar'i.
Jangan lupa juga, untuk
senantiasa memohon pertolongan Allah, semoga dikuatkan dan istiqomah, lebih
baik dari hari ke hari.
Dan rasakan, betapa
berartinya dirimu tiap detik setelah benar-benar menggenggam ketaatan itu.
Mudah-mudahan Allah
senantiasa memberi kemudahan, menjaga dan memberkahi semua muslimah yang terus
menjaga dirinya untuk taat. Aamiin.
Selamat (berjuang) meraih
Surga-Nya.
And keep syar'i everytime,
everywhere...
(Salam Ukhuwah by. Upize)

Komentar
Posting Komentar