Cerita 59 : My First Drama (1)
Subhanallah... Subhanallah... Subhanallah... Tiada pujian paling indah tuk diucapkan selain nama-Nya. Serta tak lupa puji syukur kepada Allah yang telah memberi segala kemudahan serta kelancaran dari awal sampai akhir kegiatan yang kami selenggarakan pada Rabu, 28 Mei kemarin.
Yap, kemarin itu merupakan momen perdana saya merealisasikan naskah drama racikan tangan saya sendiri (hehehe) dalam sebuah even.
Sebagai perempuan yang sering disebut-sebut sebagai penulis. Mungkin menjadi sebuah tantangan bagi saya untuk merealisasikan salah satu bentuk tulisan ke dalam sebuah lakonan atau drama di mana yang memainkannya adalah siswa-siswi didikan saya sendiri.
Meskipun awalnya terasa berat dan nyaris menyerah. Tetapi berkat dukungan dan semangat salah satu rekan sekerja saya yang sangat saya cinta karena Allah, akhirnya... Ide dari naskah tersebut jadi terealisasi juga.
Man Jadda Wajada... Tema yang saya angkat dalam drama perdana kali ini. Tentang enam orang anak lelaki dan empat anak perempuan yang saya harapkan benar-benar akan menjadi generasi Islami yang Rabbani kelak bila mereka telah dewasa. Dan saya harap misi dakwah yang ada di dalam dialog tersebut akan terus melekat ke benak para pemain maupun penonton nanti sampai akhir, Aamiin... Ya, Rabbal Alamin....
Hambatan demi hambatan pun terlintasi berkat kemurahan Allah kepada saya. Sampai kepada akhir acara, alhamdulillah, kelancaran selalu dilimpahkan, sungguh ini merupakan kebesaran Allah yang harus saya ingat sepanjang waktu.
Alhamdulillah, terima kasih Allah...
Komentar
Posting Komentar