Cerita 51 : Menangislah...
Dalam hidup, banyak yang tidak
terduga. Ada banyak sekali. Perihal yang sebenarnya tidak kita sukai, tiba-tiba
berlaku. Perihal yang kita harap-harap, tak kunjung terjadi. Tetapi sebagai
makhluk, kita diwajibkan untuk selalu berprasangka baik terhadap apapun yang
telah terjadi. Artinya, kita yang harus mawas diri, mengoreksi diri, mengapa
hal itu justru terjadi?
Ada berbagai penyebab yang bisa menjawab.
Mungkin karena ikhtiar/upaya kita yang belum cukup keras. Atau mungkin do'a
kita yang kurang. Atau dosa-dosa kita yang menjadi penghambat akibat kurang beristighfar
dan bertaubat. Ada bermacam jawaban yang bisa kita temukan bila kita peduli
untuk mengoreksi diri.
Begitu juga untuk suatu hal yang
terjadi pada hari ini. Sesuatu yang kita nilai amat menyesakkan dada. Sesuatu
hal yang tidak pernah kita sangka-sangka. Sesuatu hal yang tidak pernah kita
alami meski hanya dalam bentuk mimpi.
Namun, satu hal yang mesti kita akui,
bahwa semua sudah terjadi. Waktu yang berlalu tiada mungkin bisa diputar lagi.
Yang kita bisa hanya memperbaiki diri, bagi menyambut hari-hari ke depan yang
kita harap lebih baik. Meski belum tentu.
Sebab masa depan adalah misteri.
Siapapun tiada bisa mengetahui kecuali Yang Maha Mengetahui (Allah)
Namun bagi kita yang tak kuat menerima
"kejutan" pada hari ini dan ingin menangis, menangislah sebentar...
Tetapi jangan lupa, setelah itu, bangunlah jiwa yang lebih tegar! Siap
menghadapi hari-hari ke depan tanpa gentar.
Allahu Akbar.
Komentar
Posting Komentar