Langsung ke konten utama

Cerita 88 : Irhamna



Cerita 88 : Irhamna

Hidup tanpa kasih-sayang manusia mungkin saya bisa. Justru saya merasa tidak berarti apa-apa ketika kehilangan kasih-sayang-Nya. Kasih sayang Sang Maha Cinta. Yang tiap milidetik tidak terhenti curahannya. 

Kalau sampai jam atau detik ini masih ada napas di dalam diri ini, itu semata-mata karena sayang-Mu, ya, Rabb.

Begitu juga, di kala segala urusan hamba, hamba jalani. Tak sekerlip mata pun hamba bisa menyelesaikan permasalahan hidup tanpa-Mu. Tanpa ridho-Mu. Tanpa kasih-sayang-Mu.

Tanpa-Mu, mungkin hamba lebih dari serpihan debu.

Irhamna, ya, Rabb...
Jangan pernah tinggalkan hamba sendirian. Tanpa kasih-sayang-Mu.

Dan kalau pun nanti hamba harus Engkau panggil,
Panggillah hamba dalam keadaan Islam, dan menyebut nama-Mu.

Tiada cinta yang lebih hebat dari cinta-Mu, Allah.

Komentar