Langsung ke konten utama

Cerita 82: Syafakillah,



Cerita 82: Syafakillah,

Nikmat sehat. Satu hal yang biasa saya ingat saat nikmat satu ini tidak lagi saya rasakan. Betapa dekatnya maut. Sakit membuat saya merasakan betapa sayangnya Allah memberi nikmat sehat selama ini, dan itu semakin terasa ketika Allah mengambil sementara nikmat itu dari tubuh. 

Rasanya tidak sanggup membayangkan bila diri yang masih sering alpa ini benar-benar menghadap-Nya dalam keadaan saya yang seperti sekarang. Diri yang masih penuh dengan kekurangan. Bekal yang serba kurang. Takut.
 
Apalagi ketika mendapati tubuh seperti tidak sanggup untuk beranjak dari tempat tidur, demi dapat bersujud di atas sajadah yang barangkali untuk terakhir kali.
 
Kembali, Allah menegur, betapa maut amat dekat dan terasa dengan membiarkan saya merasakan sakit untuk beberapa hari. Sebab saya yang sudah lama tidak merasakan sakit.  

Hanya bisa pasrah, ikhlas dalam tangis. Mudah-mudahan Allah mengampuni semua dosa dan kekurangan diri yang belum sempat diperbaiki seraya bisa berharap mudah-mudahan Allah masih sudi bernapas pagi harinya.

Beruntung, saya punya Allah Yang Maha Baik, sekali lagi Ia beri kesempatan untuk bernapas. Sebuah anugerah yang tak terkira ketika bisa membuka mata dan kembali menatapi dinding-dinding kamar seperti biasa. 

Dan siang harinya, sebungkus tablet penambah darah cukup membuat saya kembali tersenyum, bahwa Allah cuma menguji dengan menurunkan sedikit tensi darah saya dari sebelumnya. Hanya sedikit, tetapi cukup membuat saya berefleksi diri tentang maut.

Bukan meninggalkan kehidupan dunia yang saya khawatirkan. Tetapi, bekal yang belum cukup untuk kembali ke pangkuan-Nya. 

Namun, Allah Maha Penyayang, Ia menegur dengan cara halus, barangkali agar saya kembali ingat ke mana tujuan sebenarnya setelah hidup. Karena soal umur, tidak ada yang tahu kecuali Allah sendiri. Dan mudah-mudahan sakit kemarin Ia jadikan sebagai peluntur dosa.

Alhamdulillah... Terima kasih, atas kesempatan yang Engkau beri sekali lagi.

Untuk yang sudah mendo'akan, jazakumullahu khairan katsiron, ya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENAKLUK BONO

CCERPEN PENAKLUK BONO  Karya Astuti Ari Palupi  2013             CERPEN BERIKUT PERNAH DIIKUTKAN DALAM LOMBA MENULIS TULIS NUSANTARA YANG DIADAKAN KEMENKRAF TAHUN 2013 DAN TERMASUK KE DALAM 10 NOMINASI KARYA TERBAIK DAN MEWAKILI DAERAH RIAU.       E-mail     : Palupize@gmail.com no. Hp     : 0823-9198-7076

Langkah Awal Trading Forex

Langkah Awal Trading Forex Selamat kepada Anda para calon Trader sukses! Untuk Anda yang sudah sangat tertarik dengan Trading mari kita mulai sekarang juga tanpa menunggu lama-lama. Bagaimana memulai Trading? Bagaimana agar sukses dalam Trading? Bagaimana agar bisa menghasilkan uang melalui Trading? Dan banyak lagi pertanyaan lainnya yang mengundang antusias para Trader baru untuk segera ikut bergabung dalam dunia Trading. Ya, siapa yang tidak tertarik dengan cara kerja Trading yang super mudah ini. Yang bisa Anda lakukan di rumah atau di mana saja bahkan bisa Anda lakukan dengan benda yang sehari-hari Anda pegang, Handphone. Baiklah, ayo kita mulai. Langkah awal tentunya hadirkan dalam diri Anda niat serta keinginan yang kuat untuk belajar. Apa saja yang perlu dipelajari dalam Trading Forex? 1. Memahami Forex Trading Langkah awal yang perlu anda ketahui adalah memahami " Apa itu Trading Forex? " Karena kebanyakan para Tader Enggan untuk Menjawab sec...

Cerita 100 : Kilas Forex

SEKILAS TENTANG FOREX Forex  alias FX alias foreign exchange , dalam Bahasa Indonesia disebut dengan valuta asing atau mata uang asing. Sedangkan Trading Forex  adalah sebuah kegiatan jual beli mata uang negara satu dengan negara yang lain, ringkasnya perdagangan valas. Jika dianalogikan, Trading Forex ini memang hampir mirip dengan money changer ataupun saham. Seperti kegiatan perdagangan pada umumnya, keuntungan dalam ber-trading Forex didapat dari selisih harga beli dan harga jual. Contoh kasusnya seperti ini: Beberapa bulan yang lalu Sule membeli US Dolar sebanyak $100 dengan kurs pembelian atau konversi rupiahnya senilai Rp. 9.000. Dan pada minggu ini, ternyata nilai tukar Rupiah melemah terhadap Dolar AS sehingga kursnya menjadi Rp. 10.000 per satu Dolar AS. Jadi, jika Sule menjual Dolarnya pada minggu ini, dia akan memperoleh keuntungan senilai (10.000 - 9.000) x $100 = Rp. 100.000. Mirip sekali dengan money changer , ya? Iya. Tetapi tetap ada bedanya ...