Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Cerita 87 : Life Must Be Happyyy

Cerita 87 : Life Must Be Happyyy Ya, hidup haruslah bahagia. Life must be happyyy . Karena tidak ada gunanya terus-terusan larut dalam kesedihan. Kenapa? Sebab, di kala Allah Subhana Wata'ala memberimu kesedihan, masalah itu tentunya tidak pernah kurang atau lebih dari kemampuan kita. "Allah tidak memberati (menguji) seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya…." (QS. Al-Baqarah ayat 286) Tidak ada yang perlu kita sedihkan berlarut-larut. Dan tidak ada kesusahan yang cepat selesai bila kita hanya meratapi. Berbahagia dan bergeraklah. Tetapkan Allah selalu di hati!

Cerita 86 : Just Smile...

Cerita 86 : Just Smile... Seberat apapun cobaan. Sesulit apapun keadaan. Jangan pernah hilangkan senyum dari wajah. Karena sungguh, tidak ada satupun orang yang menyayangimu yang senang melihat wajahmu yang kehilangan senyum. Senyum adalah pancaran energi positif. Dan ketika kamu gundah pancaran itu akan dengan mudahnya menghilang, berganti gambaran negatif yang terpantul pada air mukamu, dan orang terdekatmu akan mudah mendeteksi, mesti sesuatu telah terjadi, selalunya mereka juga akan ikut-ikutan gundah. Tersenyumlah, Apapun yang terjadi. Agar setidaknya hatimu menjadi terobati. Dan cahaya di wajahmu juga ikut berpendar. Tersenyumlah, Karena senyum adalah sedekah. Sedekah yang paling mudah dan murah. Ingatlah, selalu ada Allah tempat mengadu di saat gundah. Jangan biarkan senyummu pudar.

Cerita 85 : Malu Sama Allah, Malu Sama Jilbab

Cerita 85 : Malu Sama Allah, Malu Sama Jilbab Rapat jilbabmu, menggambarkan taatmu. Seberapa kuat kamu menjaga aurat. Itu menandakan betapa kamu malu bila auratmu dilihat oleh manusia selain mahrammu. Itu menandakan betapa kamu malu mengaku-ngaku hamba Allah, tetapi tidak taat pada perintah-Nya. Jilbab, selembar kain tebal yang menutupi raga muslimah dari bagian tubuh paling atas hingga setengah dari tubuhnya atau secara keseluruhan. Bukan saja merupakan lembaran kain. Melainkan bentuk ketaatam akan perintah Allah Subhana Wata'ala dalam QS. Al-Ahzab ayat 59.  Tiap muslimah yang terbilang telah memasuki usia akil baligh, telah wajib baginya untuk komit menutup aurat. Menutup aurat karena Allah, bukan karena fashion atau apapun. Karena biasanya, niat karena Allah lebih awet ketimbang selain-Nya. Berjilbab karena manusia, suatu saat kita juga akan menanggalkannya dengan alasan sudah tidak lagi diperhatikan manusia. Sud...

Cerita 84 : Thanks, Bro

Cerita 84 : Thanks, Bro Dia. Lelaki kedua yang saya sayangi setelah ayah saya. Lelaki yang saya cintai insya Allah ikhlas bukan karena apa-apanya. Tetapi karena kami yang tertakdir lahir dari rahim yang sama. Yakni, rahim ibu kami. Saya menyayanginya. Begitupun dia. Dia yang menyayangi saya, layaknya saya adik perempuannya. Padahal, secara tarikh kelahiran, saya-lah yang lebih dulu lahir dari dia.   Dia adalah adik lelaki saya. Lelaki yang insya Allah bertanggung jawab dengan keluarga dan juga kakaknya.  "Jaga diri baik-baik" Kata-kata yang selalu dia ucapkan ketika saya mengantar ia berangkat melalui pelabuhan. "Insya Allah, siap." Tentu saja, kemana-mana dia-lah bodyguard sejati saya. Satu-satunya lengan lelaki muhrim yang berani saya gapit, adalah lengannya. Dia sudah seperti abang bagi saya. Kedewasaan saya kalah jauh dengan dia. Dia yang lebih dewasa ketimbang saya, kakaknya. Yang apa-apa terkadang urusan harus...

Cerita 83: Welcome back to Dunia Tarbiyah

Cerita 83: Welcome back to Dunia Tarbiyah Mungkin bagi sebagian kita yang belum begitu mengenal dunia ini, menganggap bahwa orang-orang yang ada di dalam kelompok ini adalah orang-orang eksklusif yang senang memisahkan diri dari yang lain. Tidak ingin bergaul selain dengan yang sama-sama berhijab atau berhijab lebar. Tidak mau berkumpul bersama bila yang dibicarakan bukan persoalan agama. Tidak mau kenal saudarinya bila belum betul-betul hijrah di jalan-Nya.  Sebuah kelompok yang suka "mengharamkan" pacaran (padahal memang pacaran itu tidak ada dalam ajaran Islam karena banyak mudharatnya, salah satunya zina hati) Dan bagi akhwat cuma boleh berkumpul dan berteman dengan akhwat, ikhwan cuma boleh berteman dengan ikhwan. Dalam arti kata lain, kumpulan orang-orang yang mau berkumpul dengan teman "selevelnya."   Dan anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Justru, dunia tarbiyah sebenarnya amat terbuka untuk siapapun. Tergantung pada nia...