Cerita 64 : "Siapa yang Telah Berhasil Menyentuh Hatimu, Sobat?"
Bagi mereka yang kenal betul siapa saya, pertanyaan bertubi-tubi ini biasanya yang sering terlontar dari bibir mereka, siapa yang telah menyentuh hatimu, Sobat?
Bisa dibilang, karena saya adalah orang yang paling jarang (atau bahkan tidak pernah) buka mulut apabila temanya menyerempet tentang falling in love,
Bukan karena tidak suka. Hanya saja, bagi saya masih banyak bahasan yang lebih menarik ketimbang tema itu.
Kalau pun harus bercerita, paling-paling saya cuma akan menguraikan tentang kriteria seseorang yang saya dambakan kelak bila suatu saat Allah hadiahkan ia datang ke hadapan:
1. Mampu menjaga solat fardu, dan akan lebih plus lagi kalau ditambah solat sunnah
2. Bisa/Rajin Tilawah
3. Mencintai Allah ke atas segala-galanya
Bila orang berkriteria seperti itu yang datang, insya Allah akan jadi pertimbangan.
Singkat, bukan?
Ya, saya tidak pernah mau menaruh kriteria muluk mengenai hal satu ini,
Bila ia rajin tilawah, insya Allah dia adalah makhluk Allah yang senantiasa diberikan petunjuk, karena Al-Qur'an yang hakikatnya adalah sebuah petunjuk bila kita mau mempedomaninya dengan benar
Bila ia mencintai Allah, insya Allah, ia akan mengerti apa yang terlarang dan apa yang diperintahkan, dan bisa dikatakan, akan kecil kemungkinan bila ia ingin berbuat macam-macam di luar batasan yang sudah diatur oleh Islam
Bila ia menjaga solat fardu, bahkan solat sunnah, karena memang itu kewajiban.
Dan saya yakin, Allah Maha Mengetahui hamba-Nya yang berikhtiar ingin menjadi wasilah bagi penegak agama-Nya
Pun, Allah Maha Pemurah.
Bila dikatakan-Nya kita pantas untuk itu, insya Allah pasti akan Ia berikan.
Yang penting niat baiknya yang kembali ditata sebaik mungkin.
Bukan karena ingin dipuji, tetapi lillahi ta'ala.
Dan, bagi sekarang yang masih bertanya-tanya, siapa yang telah mampu menyentuh hati? Apakah sudah saya temukan dia yang berkriteria di atas? Apakah Allah sudah mengabulkan? Jawabnya, Insya Allah...
Yang jelas, saya sangat yakin Allah Maha Pengasih lagi Maha Pemberi.
Komentar
Posting Komentar