Cerita 62 : Komitmen Berhijab
Bismillahirrahmanirrahim,
Rasanya sudah lama sekali gak ngeblog, nulis sesuatu atau apapun yang bermanfaat atau minimal sebagai mengingat buat diri sendiri.
Banyak sekali kendala yang dihadapi ketika ingin menulis sesuatu ke dalam sini, mulai tugas-tugas yang tidak bisa ditinggalkan sampai dengan jaringan modem yang selambat siput :D
Dan akhirnya... Alhamdulillah, diberi kesempatan kembali menulis, mudah-mudahan bermanfaat, aamiin...
Cerita kali ini rasanya terlalu panjang bila diuraikan secara detil,
Pun saya hanya ingin menuliskan poin-poin penting saja yang setidaknya bisa saya jadikan pengingat sepanjang napas masih dikandung badan.
Tepatnya, sehari sebelum ramadan, saya pernah berdo'a dengan sungguh-sungguh, saya ingin sekali istiqomah berhijab syar'i, bukan hanya sekadar berhijab, tetapi hijab yang sesuai syariat Islam. Karena bagi saya, kurang sempurna rasanya menjadi muslimah, bila hijab saja masih seadanya.
Seiring pengalaman demi pengalaman, pelajaran yang didapatkan, nasihat yang didapat dari sana- sini, saya jadi makin mengerti, kalau hijab yang saya gunakan beberapa bulan lalu belumlah syar'i. Syar'i dalam artian tidak tipis, tidak hanya menutup dada, no tabaruj, no punuk unta.
Hijab yang benar-benar ikhlas karena Allah.
Selangkah demi selangkah pun saya mencobanya. Subhanallah, sungguh Allah memberi kemudahan bagi hamba-Nya yang serius ingin menggapai ridho-Nya,
Dan kal ini kembali saya niatkan, Allah... Saya ingin terus berkomitmen berhijab syar'i, bila kelak Engkau karuniai hamba seorang suami, maka jadikanlah ia juga wasilah buat hamba, pendukung tegas hamba dalam komitmen mulia ini...
Aamiin...
Bukan hanya berkomiten menutup aurat saat keluar rumah saja, tetapi komit menutup aurat dari semua insan yang tidak pantas melihat di manapun, kapanpun.
Komentar
Posting Komentar