Langsung ke konten utama

Postingan

Cerita 16 : Stop 3D?

Cerita 16 : Stop 3D?             Mungkin sebagian dari pembaca tidak mengenal tetapi pernah melakoni yang namanya 3D: Datang, Duduk, Diam. Dalam sebuah acara baik itu sifatnya formal atau nonformal, sering kita mempedomani diri kita dengan prinsip berikut. Hanya DATANG, DUDUK dan DIAM saja.  Cara ini dianggap paling aman dan nyaman bagi sebagian orang. Karena selain mudah diterapkan, juga kita tidak usah bersusah-susah turut andil, memikirkan kira-kira buah pikir seperti apa yang patut kita sumbangkan. Atau minimal, menyodorkan suatu masalah yang layak kita pecahkan bersama-sama. Biasanya, penerap prinsip 3D ini adalah mereka yang begitu mencintai apa itu yang dinamakan formalitas. Yaa, sekadar formalitas semata. Atau bisa juga mereka yang sifatnya pintar sekali, sehingga cukup dengan menjawab segala pertanyaannya dengan jawaban benaknya sendiri serta memecahkan permasalahan sendiri, tanpa keterlibatan orang la...

Cerita 15 : Sedih, Murung, Kecewa

Cerita 15 : Sedih, Murung, Kecewa   Di saat kita bersedih, murung dan kecewa, ada satu hal yang perlu kita sadari bahwa Allah, SWT menakdirkan segala kejadian adalah berdasarkan yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Bersyukur dengan keadaan hari ini, itu lebih baik. Daripada memurungkan diri, sedih, melakukan apapun tanpa adanya semangat. Terkadang, kita harus paham dengan keadaan kita sendiri, Tidak perlu menunggu dipahami orang lain. Sedikit sekali orang-orang yang mau paham dengan kesedihan, kemurungan dan rasa kecewa orang lain. Karena pada dasarnya, setiap manusia pasti memiliki ketiga rasa itu di setiap hari-harinya. Hanya saja, mereka lebih tegas, lebih tangkas dalam menanggapi kesedihan, kemurungan, kecewa hingga tampak baik-baik saja. Perlu kita ketahui, semakin kita berharap, terlebih kepada manusia, maka semakin besar pulalah kesedihan, kemurungan, rasa kecewa itu menggenangi ruang hati, pikiran, perasaan juga jiwa kita. Karena memang ...